Apa itu Hujan Meteor Eta Aquarid? Begini Penjelasannya

Tika Vidya Utami, Jurnalis
Sabtu 06 Mei 2023 06:48 WIB
Ilustrasi (Antara)
Share :

JAKARTA - Pada 6 Mei 2023 akan terjadi puncak hujan meteor Eta Aquarid. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena hujan meteor Eta Aquarid.

Hujan meteor ini diberi nama Eta Aquarid lantaran mengacu pada posisinya yang berada di bintang Eta Aquarid konstelasi Aquarius.

Melansir laman NASA, hujan meteor Eta Aquarid dikenal karena kecepatannya yang mencapai 148.000 mph (66 km/detik) ke atmosfer bumi.

Meteor Eta Aquarid meninggalkan puing-puing pijar setelah meteor yang berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Secara umum, terdapat 30 meteor Eta Aquarid yang dapat dilihat per jam selama puncak berlangsungnya.

Hujan meteor Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berasal dari butiran debu serta pasir yang dilepaskan oleh Komet Halley. Diketahui, Komet Halley membutuhkan waktu 76 tahun untuk sekali mengorbit di matahari. Butiran debu yang ada pada Komet Halley menjadi Eta Aquarid pada bulan Mei.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya