5 Negara Terbaik untuk Besarkan Anak, Lingkungan Sangat Aman hingga Cuti Orangtua Melimpah

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 18 Februari 2023 19:02 WIB
Ilustrasi/Freepik
Share :

4. Finlandia

Finlandia, yang secara keseluruhan berada di urutan kelima dalam rapor terbaru Unicef, mendapat skor tinggi terutama dalam dua dari tiga kategori.

Pertama, dalam kategori "dunia anak-anak" (yang melihat bagaimana lingkungan berdampak langsung pada anak-anak, seperti kualitas udara). Kedua, untuk kategori "dunia di sekitar anak" (yang melihat elemen lingkungan tempat anak berinteraksi, seperti sekolah, bahaya lalu lintas, dan ruang hijau).

Finlandia merupakan negara dengan peringkat terbaik di dunia dalam hal keterampilan baca tulis dan matematika anak-anak. Para orang tua pun cenderung memiliki hubungan baik dengan pengajar anak-anak mereka di sekolah.

Tingkat kematian anak usia 5-14 di Finlandia merupakan salah satu yang terendah di dunia, kurang dari setengah yang terjadi di AS.

Negara ini juga menawarkan cuti melahirkan yang tidak tanggung-tanggung, termasuk cuti melahirkan berbayar selama delapan minggu, cuti melahirkan berbayar selama 14 bulan untuk dibagi antara orang tua, serta tambahan cuti pengasuhan anak yang tersedia hingga seorang anak berusia tiga tahun.

Ini berlaku bagi penduduk resmi Finlandia yang telah dilindungi oleh asuransi kesehatan setidaknya 180 hari sebelum kelahiran anak di Finlandia, atau di negara Nordik, Uni Eropa, atau Kawasan Ekonomi Eropa mana pun.

Hadley Dean adalah ayah lima anak dari Inggris yang telah tinggal bersama keluarganya di Polandia, Republik Ceko, dan Finlandia.

Dia mengatakan ini adalah kali kedua keluarganya tinggal di Finlandia, dan mereka menyukainya.

Salah satu manfaat yang mereka nikmati adalah jumlah ruang hijau, bahkan di ibu kota Helsinki (Finlandia memiliki ruang hijau kota terbanyak per orang di antara negara maju mana pun).

Namun bukan hanya ketersediaan taman yang dinikmati keluarganya.

"Yang membedakan Helsinki, atau Finlandia, adalah bahwa taman-taman itu sebenarnya sangat alami. Mereka seperti hutan alam yang terletak di pusat kota," kata Dean.

"Jelas ada kaitan antara menikmati alam sehingga tidak mengalami kecemasan dan depresi, jadi itu sangat positif."

Bagaimana dengan musim dingin Finlandia yang gelap dan dingin? Itu harga yang pantas dibayar, kata Dean.

"Anda hanya perlu membiasakan diri - dan berpakaian sesuai, memakai sepatu khusus dengan paku saat berjalan keluar - dan Anda memanfaatkannya sebaik mungkin. Dan musim panas benar-benar luar biasa, karena Anda mendapat 22 jam sinar matahari per hari."

5. Belanda

Negara yang secara keseluruhan berada di urutan teratas daftar Unicef untuk kesejahteraan anak-anak adalah Belanda.

Belanda memiliki skor baik dalam hal kesehatan mental anak-anak (peringkat satu) dan keterampilan (peringkat ketiga).

Sembilan dari 10 anak berusia 15 tahun mengatakan bahwa mereka memiliki kepuasan hidup yang tinggi, yang merupakan proporsi tertinggi di antara semua negara yang diteliti Unicef. Delapan dari 10 anak juga mengatakan bahwa mereka mudah berteman.

Budaya memengaruhi sebagian dari hal itu, kata Olga Mecking, seorang ibu asal Polandia yang telah tinggal di Belanda selama 13 tahun dan menulis buku berjudul ‘Niksen: Embracing the Dutch Art of Doing Nothing’.

"Bagi orang Amerika, mereka mencoba mengajari semua orang untuk menjadi luar biasa. Di sini, ada pepatah: 'Jadilah normal, itu sudah cukup gila'," kata Olga - pola pikir yang menurutnya mengurangi tekanan di masa kanak-kanak, meskipun, seperti yang dia tulis sebelumnya, itu mungkin berubah .

Ada juga penekanan besar pada pertemanan, tambahnya, dengan keberadaan aktivititas dalam kelompok, klub, dan kegiatan komunitas yang sangat umum.

Tapi, sambung Olga, apabila keluarga dan anak-anak Belanda bahagia, maka itu juga dipengaruhi oleh faktor struktural.

"Anda tidak bisa menerapkan pola asuh orang Belanda tanpa sistem kesejahteraan Belanda," ujarnya. "Dan Belanda benar-benar memberikan banyak dukungan kepada orang tua."

Kebijakan cuti keluarga adalah salah satu contohnya. Ini mencakup setidaknya 16 minggu cuti hamil yang dimandatkan, dan berbayar bagi ibu, serta enam minggu cuti berbayar bagi ayah.

Ada pula cuti khusus orang tua yang tidak berbayar yang dapat diambil hingga anak berusia delapan tahun. Ini berlaku bagi siapa saja yang tinggal dan bekerja secara legal di Belanda.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya