Eri meyakini, ketika seluruh anak di Surabaya sudah terbentuk karakter kebangsaan yang kuat, maka tidak akan ada namanya kenakalan remaja.
Termasuk pula tawuran antar siswa atau pelajar yang minum-minuman keras.
"Karakter kebangsaan ada di mana? Ada di agama, orangtua dan sekolah ini tidak terpisahkan. Karena itu saya berharap, dengan semangat Hari Pahlawan, ayo para orang tua, guru, kyai, semua tokoh agama dan masyarakat di Kota Surabaya bersatu untuk (membentuk) karakter. Karena inilah filosofinya Merdeka Belajar," katanya.
(Natalia Bulan)