2. Tambahan bunyi vokal atau diftong
Dalam EYD, hanya terdapat tiga diftong, yaitu ai, au, dan oi. Sementara pada PUEBI, terdapat tambahan diftong ei yang muncul karena kata serapan, seperti kata survei, eigendom, dan geiser.
3. Penulisan huruf kapital
Dalam EYD, huruf kapital digunakan pada huruf awal nama orang, nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan.
Sementara pada PUEBI, nama julukan juga memakai huruf kapital, seperti Dewa Pedang atau Jenderal Kancil.
4. Aturan penulisan huruf tebal
Dalam EYD, tidak ada aturan mengenai pemakaian huruf tebal. Namun, di dalam PUEBI, huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian-bagian tulisan, seperti judul buku, bab, dan subbab.