Kegiatan ibadah ini telah dijalani sejak zaman dahulu.
Mengutip dari Britannica, seorang Kaisar Romawi Constantine I memperkenalkan undang-undang sipil pertama mengenai hari Minggu di tahun 321.
Saat itu dia memutuskan bahwa pekerjaan harus dihentikan hari Minggu, kecuali petani yang bisa bekerja bila perlu. Hukum yang dibuat ini bertujuan agar umat Kristen bisa menyediakan waktu mereka untuk beribadah.
Revolusi Industri di India
Mengutip Orissa Post, pada 1800-an, India berada di bawah kekuasaan Inggris. Para buruh pabrik di sana harus kerja selama tujuh hari penuh.
Mereka tidak mendapat hari libur atau cuti.
Sementara itu, para penjabat dan pekerja Inggris akan pergi ke gereja setiap hari Minggu untuk berdoa.
Hal ini membuat seorang pemimpin pekerja pabrik, Narayan Meghaji Lokhande memprotes untuk mendapatkan satu hari untuk libur di depan orang-orang Inggris itu.
Dia menuntut bahwa para pekerja India harus mendapatkan waktu libur di hari Minggu karena hari itu suci bagi dewa Hindu Khandoba.