JAKARTA - Sejarah terciptanya Pramuka di Indonesia harus diketahui. Sejarah terciptanya Pramuka atau gerakan kepanduan ternyata telah ada sejak sebelum era kemerdekaan Indonesia.
Barang kali masih ada sebagian yang belum diketahui sejarahnya. Di bawah ini terdapat sejarah terciptanya Pramuka di Indonesia.
Awal Mula Gerakan Pramuka di Indonesia
Sejarah terciptanya pramuka di Indonesia nyatanya ditandai dengan telah ada gerakan kepanduan di Indonesia saat sebelum era kemerdekaan, yaitu di era pemerintahan Belanda.
Saat tahun 1912, pemerintah Belanda membopong cabang gerakan kepanduan ke Indonesia yang bernama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO).
Lalu, saat tahun 1916, gerakan itu berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIVP).
Pada tahun yang sama, lahir gerakan kepanduan pertama kali di Indonesia yang didudukki oleh Mangkunegara VII di Surakarta bernama Javaansche Padvinders Organisatie.
Setelah itu, lahir kembali berbagai gerakan kepanduan lainnya yang diatur oleh organisasi-organisasi pergerakan nasional, yakni:
- Nationale Padvinderij dari Boedi Oetomo
- Hizbul Wathan dari Muhammadiyah
- Nationale Islamietische Padvinderij dari Jong Islamieten Bond
- Sarekat Islam Afdeling Padvinderij dari Sarekat Islam
Saat tahun 1923, mulai terdapat pemersatuan gerakan-gerakan kepanduan tersebut.
Awal dari gerakan kepanduan dalam cakupan nasional ditandai dengan adanya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia.
Lalu, pada tahun 1936, kedua gerakan itu bergabung menjadi satu, bernama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).
Seiring berjalannya waktu, gerakan kepanduan di cakupan nasional itu semakin terkenal dan membuat pemerintah Belanda cemas, kemudian melarang seluruh gerakan kepanduan bumiputera memakai istilah padvinder.
Maka dari itu, K. H. Agus Salim memperkenalkan sebutan "pandu" atau "kepanduan" untuk organisasi kepramukaan di Tanah Air.
Pada perjalanannya, organisasi kepanduan yang awalnya berjumlah ratusan dipotong menjadi beberapa federasi.
Karena diketahui adanya kelemahan dari beberapa federasi tersebut, lalu dibentuklah Persatuan Kepanduan Indonesia atau PERKINDO.
Walau demikian, tetap terdapat gangguan karena minimnya kekompakan antara anggota di dalamnya.
Sejarah Terciptanya Pramuka
Sejarah terciptanya Pramuka di Indonesia saat setelah era kemerdekaan bermula pada tanggal 9 Maret 1961.
Presiden Soekarno menyatukan tokoh-tokoh dan gerakan kepramukaan Indonesia untuk menggabungkan seluruh gerakan kepanduan yang ada untuk dibentuk menjadi satu kesatuan organisasi yang kuat.
Saat tanggal 14 Agustus 1961 dilaksanakan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang dikuasai oleh Presiden Soekarno dan wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono IX serta wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh untuk mengesahkan gerakan Pramuka di Indonesia.
Pada kesempatan itu, sebutan Pramuka juga mulai diperkenalkan oleh Sultan Hamengkubuwono IX.
Sebutan Pramuka bermula dari kata poromoko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Tetapi, kata Pramuka diganti menjadi Praja Muda Karana yang berarti "jiwa muda yang suka berkarya".
Pengesahan Gerakan Pramuka Indonesia itu diikuti dengan penyerahan panji-panji Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh Pramuka.
Acara ini juga diikuti oleh ribuan anggota Pramuka untuk memberitahukan gerakan Pramuka pada masyarakat.
Insiden sejarah terciptanya Pramuka di Indonesia itu diketahui dengan nama Hari Lahir Pramuka atau Hari Pramuka Nasional. Sampai sekarang, Hari Pramuka Nasional dikenang setiap tanggal 14 Agustus.
(Natalia Bulan)