Makan Semangka pada 6.000 Tahun yang Lalu Ternyata Mematikan, Bagaimana Penjelasannya?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 08 Oktober 2022 08:10 WIB
Ilustrasi/Unsplash
Share :

Mengapa temuan di Libya penting?

Memahami semangka di masa lampau krusial untuk masa depan, menurut Pérez-Escobar.

Manakala manusia mendomestikasi sebuah tanaman selalu ada keragaman genetika yang hilang. Dengan kata lain, ada suatu rangkaian karakter yang dulu dimiliki sebuah tanaman tapi itu lenyap.

Karena itu, memahami sejarah tanaman membuat kita bisa megidentifikasi “kumpulan genetika” pada tanaman-tanaman yang pada masa lalu berbagi gen dengan tanaman yang kita konsumsi sekarang.

“Kini dengan perubahan iklim, kita dihadapkan pada urgensi besar untuk memproduksi tanaman pada skala besar dan sangat cepat, yang lebih bisa beradaptasi pada berbagai kondisi, misalnya, di cuaca yang lebih kering,” jelas Pérez-Escobar kepada BBC Mundo.

“Adapun varietas-varietas yang berhubungan dekat dengan semangka yang kita santap sekarang mungkin punya gen yang membuat mereka bisa menoleransi hama tertentu atau tahan pada kekeringan, atau kondisi yang airnya asin.”

“Mengkaji masa lalu dengan menggunakan arkeogenomi membuat kita bisa memahami bagaimana nenek moyang tanaman yang kita santap sekarang bisa beradaptasi pada perubahan iklim dan menoleransi penyakit.”

(Natalia Bulan)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya