Julius Caesar lahir di Roma pada 12 atau 13 Juli pada 100 tahun Sebelum Masehi (SM) dari keluarga Julian yang terhormat. Keluarganya berhubungan erat dengan golongan politikus Marian.
Pada 61-60 SM dia bertugas sebagai gubernur Romawi di Provinsi Spain. Saat kembali ke Roma pada 60 SM, dia membuat pakta dengan Pompey dan Crassus yang membantunya untuk terpilih sebagai konsul pada 59 SM.
Pada 58 SM, dia terpilih sebagai gubernur Provinsi Gaul dan memerintah selama delapan tahun. Pada masa pemerintahannya, dia merebut seluruh Prancis dan Belgia modern serta menjadikan keduanya sebagai milik Kerajaan Roma. Dia juga berhasil menjadikan Roma aman dari kemungkinan serangan Gallic.
Pada 75 SM, seorang mantan diktator Romawi, Julius Caesar pernah diculik oleh bajak laut saat perjalanan menuju Yunani. Perompak meminta tebusan dan menganggap bahwa Julius Caesar bukanlah ancaman serius. Tentu Julius menyetujui dan menyatakan bahwa dirinya layak mendapat tebusan besar.
2. Kisah Raja Mithridates IV
Terlepas dari kompetensi medan perang besar Sulla dan Marius dan kepercayaan diri mereka pada kemampuan mereka untuk memeriksa lalim Timur, bukan Sulla atau Marius yang mengakhiri masalah Mithridatic.
Namun, plot twist di baliknya justru muncul di zaman modern. Dilansir World History, ada dugaan bahwa Raja Mithridates IV tidaklah meminum racun, melainkan obat penyembuh yang membuatnya tetap sehat dan bugar.
3. Nazi Jerman tertipu
Sebagai partai besar yang ditakuti di Eropa pada masanya, ternyata tidak membuat Nazi Jerman lolos dari tipu daya agen asing. Ya, Juan Pujol Garcia, seorang mata-mata asal Spanyol yang berhasil masuk dan berbaur dengan Nazi. Melansir dari laman Liberation Route Europe, ia dipercaya oleh Nazi lantaran memiliki jaringan luas dan kefanatikannya terhadap Nazi Jerman.
Plot twist-nya adalah ia membocorkan berbagai rencana dan rahasia Nazi kepada pihak lawan. Juan Pujol tak hanya agen milik Nazi, melainkan juga pemberontak Nazi di saat yang bersamaan tanpa sepengetahuan pihak mana pun.