Bahkan secara otodidak ia mengenal dan mempelajari aplikasi Roblox hingga mampu menuangkan imajinasinya pada karya game yang ia cetuskan.
Satu di antara game yang sudah ia ciptakan adalah simulator lari maraton yang dapat diaplikasikan pada pelajaran olahraga seperti menghitung kecepatan lari dengan jarak tertentu.
Bahkan dari seringnya jelajahi dunia internet, Assa kini piawai berbahasa Inggris dan berkomunikasi dengan berbagai komunitas gamers di belahan dunia.
"Orangtua menyuruh aku belajar coding, terus aku mau. Aku pikir coding itu enak, jadi yaudah. Awal mula aku buat game itu dari Scratch, habis Scratch langsung ke Roblox," jelas Assa.
"Belajarnya kayak coding blocks. Belajar dari YouTube," tambahnya.
Sementara itu, pihak sekolah telah memfasilitasi Assa untuk mengembangkan bakatnya dengan mengikutkannya pada pembelajaran pemrograman komputer atau coding.
Serta memintanya terus berkarya dengan membuat berbagai macam game untuk media pembelajaran sekolah.