JAKARTA- Berbagai penyebab lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia menarik untuk dibahas. Sengketa antara kedua negara ini telah berlangsung sejak 1969 hingga 2002.
Diketahui,sengketa Sipadan dan Ligitan adalah persengketaan Indonesia dan Malaysia atas kepemilikan terhadap kedua pulau yang berada di Selat Makassar yaitu pulau Sipadan (luas: 50.000 meter²) dengan koordinat: 4°6′52.86″N 118°37′43.52″E dan Pulau Ligitan (luas: 18.000 meter²) dengan koordinat: 4°9′N 118°53′E. Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN, namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional.
Lantas, apa penyebab lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia? berikut penjelasannya.
Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo, akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda.
Pihak Malaysia membangun resor pariwisata baru yang dikelola pihak swasta Malaysia karena Malaysia memahami status quo sebagai tetap berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini selesai. Namun Malaysia malah membangun resort di sana.
Sengketa puluhan tahun tersebut berakhir pada 2002 dengan keputusan Mahkamah Internasional yang memutuskan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan jatuh ke tangan Malaysia.
Pemerintah Indonesia yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu, segera mengirim protes ke Kuala Lumpur meminta agar pembangunan di sana dihentikan terlebih dahulu. Alasannya, Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa, belum diputus siapa pemiliknya. Pada 1969, pihak Malaysia secara sepihak memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya.
Kesalahan Indonesia adalah tidak adanya administration record yang mana dalam dokumen tersebut menuliskan data tentang mengolahan wilayah. Sedangkan Malaysia memiliki dokumen tersebut dan telah mengelola kedua pulau sejak tahun 40an saat dijajah oleh Inggris, seperti adanya penarikan pajak umum dan pembangunan infrastruktur.
Sementara pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia hanya memiliki bukti singgah namun tidak melakukan apapun. Karena inilah, pada akhirnya Indonesia harus merelakan kedua pulau ke tangan Malaysia.
Demikian pembahasan penyebab lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia.
(RIN)
(Rani Hardjanti)