4 Filsuf Kuno yang Namanya Masih Terkenal hingga Kini

Ajeng Wirachmi, Jurnalis
Jum'at 22 Juli 2022 17:26 WIB
Share :

3. Pythagoras

Bagi pencinta matematika, sudah pasti tak asing dengan rumus Pythagoras.

Rumus ini ditemukan oleh seorang ahli matematika dan filsafat legendaris asal Samos, Yunani yang bernama Pythagoras.

Melansir laman Britannica, ia lahir pada 570 SM dan meninggal dunia di Italia, sekitar 500 sampai 490 SM.

Pythagoras merupakan putra seorang pedagang asal Tirus bernama Mnesarchus dan sering mengikuti ayahnya bepergian.

Di masa mudanya, Pythagoras diketahui membara ke berbagai negara, seperti Mesir dan Babilonia. Sementara itu, Pythagoras diketahui tidak menulis buku. Seluruh pemikirannya disampaikan oleh para muridnya.

Ia kemudian mendirikan sekolah filsafat dan agama di Crotone, Italia Selatan.

Pythagoras memiliki banyak murid, namun tidak diketahui secara pasti berapa jumlah muridnya saat itu.

Ia juga dikenal luas sebagai matematikawan murni yang vegetarian dan hidup jauh dari gelimang harta.

Laman Sekolah Matematika dan Statistik Universitas St Andrews, Skotlandia, menyebut ada lima keyakinan yang dipegang teguh Pythagoras.

Yakni, bahwa pada tingkat yang paling dalam realitas bersifat matematis, bahwa filsafat dapat digunakan untuk pemurnian spiritual, bahwa jiwa dapat bangkit untuk bersatu dengan yang Ilahi, bahwa simbol-simbol tertentu memiliki nilai mistik dan signifikansi, serta bahwa semua saudara ordo harus menjaga kesetiaan dan kerahasiaan ketat.

4. Aristoteles

Satu lagi filsuf kuno yang masih sangat dikenal luas adalah Aristoteles. Tokoh asal Stgeira, Yunani, adalah anak dari seorang dokter pribadi bagi Raja Makedonia.

Aristoteles lahir pada 428 SM dan pindah ke Athena di usianya yang ke-18 tahun untuk berguru dengan Plato.

Sejarah menyebut, Aristoteles menjadi murid Plato selama 20 tahun.

Masih menurut informasi yang dikemukakan dalam Jurnal Cendikia ‘Mengenal Filsafat Antara Metode Praktik dan Pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles’ (2019), Aristoteles lebih berpikir secara saintifik saat mengemukakan pendapatnya.

Hal ini terlihat dari pandangan filsafatnya yang lebih sistematis dan mengedepankan metode empiris.

Nama Aristoteles tenar sebagai Bapak Logika, lebih spesifik logika tradisional. Pemikirannya itu menjadi pengantar bagi logika modern yang ada di masa ini.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya