Pada tahun 435 H, masjid ini direnovasi oleh Abu Yali Al-Husaini dengan menambahkan mihrab atau ceruk salat.
Perubahan berikutnya dilakukan oleh Kamal Al-Din Al-Isfahani, seorang penyair muslim terkenal pada tahun 555 H.
Konstruksi terbaru di Masjid Quba dilakukan pada tahun 1986.
Masjid yang direnovasi memiliki ruang salat persegi panjang di lantai dua yang menghubungkan ke perpustakaan, perumahan, kantor, toko, dan lain-lain.
Masjid Quba memiliki 7 pintu masuk utama dan 12 pintu masuk kecil dengan 4 pintu paralel.
Terdapat pula menara dan 56 kubah mini yang mengelilingi masjid dan bertindak sebagai perimeter.
Halamannya terbuat dari marmer hitam, merah, dan putih. Menara ditempatkan di dasar persegi yang memiliki poros segi delapan, bersama-sama mengambil bentuk melingkar saat mencapai puncak.
Ada ruang salat yang berada di sekitar halaman tengah yang dikelilingi oleh 6 kubah besar yang bertumpu pada tiang-tiang yang bergerombol.
Terdapat dua serambi yang membatasi halaman di timur dan barat yang memisahkan ruang salat wanita dengan pria.
Saat ini, Masjid Quba dikelola oleh Kementerian Urusan Haji, yang mengurus pemeliharaan dan renovasi struktur masjid.
Masjid Quba diperluas untuk mencakup beberapa daerah baru pada tahun 1986, di bawah pemerintahan mendiang Raja Fahd bin Abdulaziz.
Struktur modern dilengkapi dengan fasilitas mutakhir, tiga unit pendingin sentral, dan memiliki luas total untuk menampung lebih dari 20.000 jamaah.
(Natalia Bulan)