Mengenal Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Nabi Muhammad SAW

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 14 Juni 2022 17:21 WIB
Mengenal Masjid Quba, masjid pertama dibangun Nabi Muhammad SAW/Okezone
Share :

JAKARTA - Masjid Quba adalah sebuah masjid paling populer di kalangan umat Muslim.

Masjid ini juga dikenal sebagai masjid terbesar dan terkemuka kedua di Madinah setelah Masjid Nabawi.

Maka dari itu, banyak orang yang menganggap masjid ini sebagai tempat tersuci ketiga di Arab Saudi, dan merupakan perhentian wajib bagi para peziarah saat menunaikan ibadah umrah dan haji.

Sejarah didirikannya Masjid Quba juga menjadi daya tarik spiritual tersendiri.

Masjid Quba terletak di pinggiran kota Madinah, tepatnya 3493 Al Hijrah Rd, Al Khatim, Madinah, Arab Saudi.

Masjid ini dibangun di sebuah desa bernama Quba yang letaknya sekitar 6 km dari kota utama Madinah.

Bertahun-tahun kemudian, batas Kota Madinah diperluas dan mencakup Desa Quba.

Menurut beberapa sumber, batu pertama Masjid ini diletakkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M atau saat pertama kali tiba dari Mekkah ke Madinah untuk berhijrah.

Nabi Muhammad biasanya pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan atau berkuda.

Sebuah riwayat juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad bersabda;

“Barang siapa berwudhu di masjid ini dan shalat di dalamnya, akan diberi pahala yang setara dengan satu umrah.” Masjid Quba menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam dan masjid tempat “namaz” atau salat Jumat pertama kalinya diadakan.

Renovasi pertama masjid ini dilakukan oleh Khalifah Utsman bin Affan. Selanjutnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz membangun menara pertama masjid ini.

Pada tahun 435 H, masjid ini direnovasi oleh Abu Yali Al-Husaini dengan menambahkan mihrab atau ceruk salat.

Perubahan berikutnya dilakukan oleh Kamal Al-Din Al-Isfahani, seorang penyair muslim terkenal pada tahun 555 H.

Konstruksi terbaru di Masjid Quba dilakukan pada tahun 1986.

Masjid yang direnovasi memiliki ruang salat persegi panjang di lantai dua yang menghubungkan ke perpustakaan, perumahan, kantor, toko, dan lain-lain.

Masjid Quba memiliki 7 pintu masuk utama dan 12 pintu masuk kecil dengan 4 pintu paralel.

Terdapat pula menara dan 56 kubah mini yang mengelilingi masjid dan bertindak sebagai perimeter.

Halamannya terbuat dari marmer hitam, merah, dan putih. Menara ditempatkan di dasar persegi yang memiliki poros segi delapan, bersama-sama mengambil bentuk melingkar saat mencapai puncak.

Ada ruang salat yang berada di sekitar halaman tengah yang dikelilingi oleh 6 kubah besar yang bertumpu pada tiang-tiang yang bergerombol.

Terdapat dua serambi yang membatasi halaman di timur dan barat yang memisahkan ruang salat wanita dengan pria.

Saat ini, Masjid Quba dikelola oleh Kementerian Urusan Haji, yang mengurus pemeliharaan dan renovasi struktur masjid.

Masjid Quba diperluas untuk mencakup beberapa daerah baru pada tahun 1986, di bawah pemerintahan mendiang Raja Fahd bin Abdulaziz.

Struktur modern dilengkapi dengan fasilitas mutakhir, tiga unit pendingin sentral, dan memiliki luas total untuk menampung lebih dari 20.000 jamaah.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya