Usulkan Jadi Bahasa Asean, Menteri Nadiem Beberkan Keunggulan Bahasa Indonesia dibanding Bahasa Melayu

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Senin 04 April 2022 17:11 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Foto: Ant)
Share :

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan, bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling unggul bilamana dijadikan bahasa resmi Asean.

Dia mengungkakan hal tersebut menanggapi desas-desus Melayu menjadi bahasa Asean. Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia sejak dulu telah banyak dipelajari di berbagai negara di dunia.

Termasuk, di beberapa perguruan tinggi terkemuka yang ada di Asia. Tak heran, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang patut diperhitungkan.

BACA JUGA:KRL Beroperasi hingga Pukul 24.00 WIB Selama Ramadan

“Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).

Tak hanya itu, Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan persebarannya telah mencakup 47 negara di seluruh dunia. Serta, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga.

"Sudah selayaknya bahasa Indonesia duduk di posisi terdepan, dan jika memungkinkan menjadi bahasa pengantar untuk pertemuan-pertemuan resmi ASEAN,” jelasnya.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob menyatakan, bahasa Melayu sebagai bahasa perantara antara kedua kepala negara, serta sebagai bahasa resmi ASEAN. Hal itu, Ia sampaikan pada lawatannya ke Indonesia beberapa hari lalu.

Menanggapi hal tersebut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menolak tegas usulan tersebut. Menurutnya, tugas dia sebagai menteri ialah menjaga, meningkatan dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia.

"Saya sebagai Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut. Namun, karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya