Adapun, Acacia merupakan sistem yang dirancang untuk dikembangkan menjadi sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan di masyarakat untuk dapat memenuhi prinsip sustainability socio-economic dan environmental. Dari segi lingkungan, Acacia berfungsi sebagai sistem yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah tak terurus di Indonesia, khususnya sampah rumah tangga melalui mekanisme reuse, reduce, recycle.
Abyan menjelaskan bahwa sistem yang telah mereka buat memiliki pembeda dengan sistem lain yang sudah ada yakni mereka juga berfokus pada aspek sosial.
“Yang membedakan daripada sistem yang sudah ada adalah kami tidak hanya memfokuskan pada aspek lingkungan saja, tapi juga aspek sosial. Kami mencoba membentuk tren baru bagi masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga bahwa dengan mengelola sampah, masyarakat dapat melakukan dua kebaikan sekaligus, yakni menjaga lingkungan dan peduli dengan sosial. Konsep yang kami angkat pada sistem Acacia ini adalah bagaimana masyarakat dapat berdonasi sosial dengan hanya mengelola sampah mereka. Tajuk yang kami gaungkan adalah ‘turning wastes into goodness’. Sampah yang masyarakat kelola tadi akan kami konversikan menjadi donasi sosial,” jelas Abyan.
Abyan dan teman-temannya mulai tertarik mengembangkan aplikasi ini karena mereka melihat adanya peluang dan kebermanfaatan yang dapat dimasifkan.
“Yang melatarbelakangi kami tertarik berkecimpung di bidang pengembangan aplikasi adalah dari adanya peluang. Kami melihat bahwa saat ini kebermanfaatan dapat disebarkan kepada jangkauan yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi yang kini semakin mudah didapat melalui genggaman tangan dan yang kami harap tentunya, berangkat dari hal yang kami kembangkan ini, benar-benar dapat menjadi manfaat nyata dan juga menjadi solusi atas permasalahan yang ada,” terangnya.