JAKARTA - Tim Spektronics ITS menggagas media tanam berbasis hidrokoloid sebagai usaha pertanian di perkotaan. Inovasi yang mereka lakukan merupakan reaksi dari kegelisahan atas meningkatkan populasi penduduk yang tak sebanding dengan jumlah lahan yang tersedia untuk agrikultur.
Mereka pun berhasil menyabet medali perak pada ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2021 yang digelar pekan lalu. Alifah Salsabila, salah seorang anggota tim mengungkapkan, kompetisi ini merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) secara daring dan langsung di Denpasar, Bali.
Dalam ajang ini, terdapat 23 negara yang berpartisipasi selain Indonesia. “Di antaranya adalah Korea, Jepang, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi,” tutur Alifah melalui siaran pers, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga: Kreatif! Mahasiswa ITS Rancang Lemari Disinfektan UV-C untuk APD
Menitikberatkan riset pada permasalahan lahan pertanian yang berimbas pada ketersediaan gizi pangan yang cukup untuk masyarakat, Tim Spektronics dengan perwakilan tim bernama SP’NTECH menghadirkan Future Massive-Vertical Hydrocolloid Urban Farming (HyVi).
Berbasis hidrokoloid, HyVi tidak perlu menggunakan pestisida maupun pupuk nonorganik dalam penggunaannya. “HyVi juga dilengkapi dengan fitur unggulan seperti irigasi otomatis tiap 12 hari sekali dengan bantuan auto-watering dan light-control sensor,” jelas mahasiswi Departemen Teknik Kimia ITS tersebut.
Dengan menggunakan media tanam HyVi, tambah Alifah, tanaman akan tumbuh lebih cepat dengan kualitas yang lebih terjaga. Produksi yang cepat menjadikannya dapat lebih menjangkau banyak lapisan masyarakat karena arus rantai distribusi yang sering.
Baca Juga: Pandawa Lima UGM Temukan Cara Baru Skrining Kanker Usus Besar