Kuliah Umum di Universitas Jember, Atdikbud Canberra Tegaskan Pentingnya Kebaruan dalam Riset

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 04 November 2021 19:03 WIB
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib. (Ist)
Share :

Dalam materinya berjudul “Memetakan Riset Menemukan Novelty”, Najib yang menjadi narasumber utama hari pertama ini menguraikan penelitian harus berangkat dari identifikasi masalah yang jelas. Itu karena memang sejatinya penelitian ilmiah merupakan aplikasi secara formal dan sistematis dari metode ilmiah yang ditujukan untuk mempelajari dan menjawab permasalahan.

Najib menambahkan, jika kita bisa memulai dari identifikasi masalah penelitian yang solid, maka potensi kebaruan dan kebermanfaatan akan bisa dikembangkan dengan baik.

“Novelty atau kebaruan dalam suatu penelitian bisa dilihat dari apakah penelitian kita bisa mengisi research gap yang ada? Lalu dari situ perlu dievaluasi sejauhmana hasil penelitian nantinya bisa memberikan kontribusi baik secara konseptual maupun praktikal dalam bidang yang diteliti,” kata Najib, dalam siaran pers yang diterima.

Sudah jadi rahasia umum kalau selama ini hasil penelitian hanya berhenti di ruang perpustakaan tanpa memberikan manfaat yang lebih besar. Menurut Najib yang juga dosen IPB ini, sangat sayang kalau penelitian hanya sekedar untuk penelitian.

“Seorang peneliti telah mengeluarkan waktu, tenaga dan biaya yang mungkin tidak sedikit dalam melakukan penelitian, sehingga sedapat mungkin penelitian yang dilakukan haruslah mampu menjawab permasalah dengan baik sehingga hasil penelitian memiliki kebermanfaatan yang besar,” kata Najib.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, selain mengikuti materi dari narasumber, mahasiswa juga akan memperoleh pendampingan dari fasilitator yang ditunjuk program studi. Dengan adanya fasilitator pendamping, diharapkan mahasiswa bisa segera menyusun proposal penelitian dengan baik sehingga bisa segera memulai penelitian.

Sebagai upaya untuk memperlancar proses pendampingan mahasiswa diminta menyerahkan draf model penelitian yang berisi potensi kebaruan penelitian disertasi dalam waktu 1 pekan sebelum kegiatan dimulai. Selanjutnya draf tersebut diserahkan kepada fasilitator untuk dipelajari dan diberi saran atau masukan. Mahasiswa mendapatkan pendampingan dari para fasilitator pada hari ketiga kegiatan untuk mengevaluasi perbaikan yang sudah dilakukan dan menyerahkan hasil revisi draf akhir kepada fasilitator pada hari terakhir.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya