JAKARTA – Mitos-mitos seputar kesehatan mental kerap berkembang di tingkat sosial atau masyarakat. Mitos-mitos ini perlu dihilangkan karena pengaruhnya dapat sampai ke tingkat individual.
Psikolog sosial dan dosen Jurusan Psikologi, Fakultas Humaniora, Universitas Bina Nusantara sekaligus Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Kompartemen Riset dan Publikasi, Juneman Abraham menjelaskan salah satu mitos terbesar adalah bahwa kesehatan mental hanya persoalan kesehatan.
Padahal kesehatan mental sangat bersentuhan dengan bidang-bidang kehidupan lain. Distres karena masalah ekonomi menjadi faktor risiko bagi kesehatan mental. Sebaliknya, ada kerugian atau pun beban ekonomi yang besar akibat masalah kesehatan mental. Merupakan suatu tantangan tersendiri untuk memetakan dan menghitung ongkos kesehatan mental ini.
Baca juga: Pemerintah Diminta Lebih Aktif Kenali Masalah Kesehatan Mental
“Ada mitos yang terlibat di sini, yaitu bahwa maju-mundurnya kesehatan mental sebuah bangsa sulit diukur; oleh karenanya, tidak perlu dijadikan sebuah indikator nyata keberhasilan pembangunan nasional,” terangnya.