Wikan mengungkapkan, saat ini telah banyak sekolah menengah kejuruan maupun perguruan tinggi yang telah membuat berbagai mesin hingga kendaraan listrik, namun masih terganjal dalam aspek penjualan.
Menurut Wikan harus ada pembenahan urutan dalam pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi.
Ia pun memperkenalkan layanan Si Kompeten yang mempemudah masyarakat untuk melakukan uji kompetensi secara daring.
“Si Kompeten merupakan layanan yang dikembangkan Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Vokasi, yang bertujuan untuk meningkatkan penjaminan mutu proses uji kompetensi dan mutu lulusan. Ini merupakan upaya mendigitalisasi proses yang dulunya manual sehingga memunculkan berbagai kecepatan dan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia-Australia Kerja Sama Kembangkan Keterampilan Digital untuk Pendidikan Vokasi
Dengan demikian, katanya, hal itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan uji kompetensi dan juga sertifikasi. Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan. Wikan menambahkan layanan tersebut juga menjamin mutu lulusan, peningkatan mutu pengujian dan digitalisasi.
(Fakhrizal Fakhri )