SEMARANG - Seorang anak berkebutuhan khusus (yang tubuh bagian kanannya kurang berkembang secara optimal karena otak bagian kirinya tidak berkembang), ikut latihan menembak di lapangan tembak Focus Shooting Club (FSC) Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Sebut saja namanya Andi. Ketika kelas 1 Sekolah Dasar (SD) Alam Tangerang, Andi sangat kesulitan mengangkat sendok mendekati mulutnya saat makan. Bahkan, yang bersangkutan kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh saat berlari. Anak ini juga kesulitan duduk bersila di atas lantai.
Begitu cerita Ketua Yayasan Harmoni Alam Semesta, Andri Fajria yang juga ahli observasi anak usia dini yang mengetahui persis perkembangan Andi ketika anak tersebut masih bersekolah di SD Alam Tangerang hingga sekarang.
Baca juga: Inspiring, Siswa Berkebutuhan Khusus Dilibatkan dalam Inovasi Robotik
Namun, menurut Andri Fajria melalui percakapan WhatsApp kepada ANTARA di Semarang, Senin (16/8/2021), saat ini kemampuan fisik Andi sudah jauh lebih baik. Biasanya rentang konsentrasi siswa SMP Surau Merantau ini dalam melakukan suatu aktivitas maksimal 6 menit.
Andi sangat bersemangat untuk mengikuti latihan menembak ketika menerima informasi bahwa Focus Shooting Club akan mengadakan latihan menembak di Lapangan Tembak FSC, Jalan Raya Pasar Kemis, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Republik Indonesia.
Begitu mendapat informasi tersebut, Andi langsung meminta orang tuanya untuk memesankan tiket pesawat dari Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan ke Tangerang pada hari Senin (9/8).
Tim pelatih FSC menyediakan senapan khusus orang kidal untuk Andi. Ternyata pada sesi pertama latihan, seluruh tembakan Andi tepat mengenai sasarannya.
Andi pun terlihat makin bersemangat dan percaya diri. Pada babak pertama kompetisi, Andi kembali berhasil mengenai targetnya sehingga berhak masuk ke babak kedua.
Pada babak kedua, jarak target diubah menjadi 70 meter. Namun, sayangnya pada babak ini tembakan Andi gagal mengenai sasaran sehingga tersisih. Kendati demikian, Andi tetap bersemangat, bahkan menanyakan kapan akan ada latihan menembak lagi.
Tidak saja Andi, kata Menurut Andri Fajria, peserta lain (sebut saja namanya Fabian) juga memiliki keterbatasan rentang konsentrasi yang pendek dan mudah teralihkan.
Ternyata dalam latihan menembak ini Fabian selalu tepat membidik sasaran dan melaju terus hingga ke babak final. Tantangan dalam babak final adalah kecepatan dan ketepatan menembak menggunakan 10 buah peluru yang disediakan FSC. Namun, sayangnya dalam babak final ini Fabian kalah dan harus puas sebagai peringkat kedua.
Sang juara dalam sesi latihan pada hari Minggu (15/8) adalah Almer, yang selama ini banyak menyukai kegiatan olahraga. Almer memiliki keunikan karena pandai menangkap ular dan biawak. Ular hasil tangkapannya bahkan pernah dijual seharga Rp800 ribu.
Saking bersemangatnya, setelah sesi latihan ditutup, beberapa rangmuda (sebutan untuk siswa) masih ingin terus ingin berlatih menembak. Hal ini membuat pihak SMP Surau Merantau mempertimbangkan kerja sama dengan FSC untuk memasukkan kegiatan menembak sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. (din)
(Rani Hardjanti)