Akuaponik dengan sistem rakit apung tersebut sekaligus untuk memanfaatkan limbah botol plastik dari rintisan bank sampah yang dimiliki panti.
"Pembuatan rakit apung ini bisa dikreasikan sesuai dengan keinginan anak asuh, jadi tidak melulu bentuknya itu-itu saja. Media pembuatannya juga bisa disesuaikan dengan apa yang tersedia. Apalagi di sini ada rintisan bank sampah jadi banyak botol yang bisa digunakan untuk membuat rakit apung," katanya.
Pada pelatihan tersebut bukan hanya cara budidaya yang diedukasikan tetapi juga dari sisi pembukuan sederhana dan pemasaran digital.
"Dalam rangka meningkatkan pemahaman mitra di bidang akuaponik, kami melaksanakan kegiatan penyuluhan secara 'blended' (luring dan daring)," katanya.
Sementara itu, selain Hanif, beberapa anggota lain dalam tim yakni Khafid Alfian Rosyadi, Mia Silviana, Cut Dede Diah Rosyidah, dan Haani Aulia Sabina. (din)
(Rani Hardjanti)