Perempuan Asal Binjai Jadi Salah Satu Lulusan Terbaik Universitas AS

Agregasi VOA, Jurnalis
Kamis 10 Juni 2021 23:38 WIB
Perempuan asal Binjai jadi lulusan terbaik Universitas di AS (Foto : Istimewa)
Share :

Tidak hanya beradaptasi di lingkungan baru yang menjadi tantangan, Doremi juga berusaha untuk hidup hemat dan beradaptasi dengan makanan yang ada.

“Bulan ke-2, ke-3 sampai setahun itu Doremi cuman makan nasi sama sup kentang, sama wortel yang Doremi rebus, pakai telur mata sapi setiap hari,” kata Doremi.

“Doremi memang enggak suka makan sushi. Seumur hidup enggak pernah makan sushi, enggak pernah makan steak pada saat itu. Enggak pernah makan makanan mahal lah, karena kan memang duitnya dulu enggak ada untuk beli makanan,” tambahnya.

Berjuang dan Fokus di Kelas

Di luar kehidupan asrama, Doremi masih harus berjuang untuk berhasil di kelas.

“Enggak pernah putus asa sih. Insyaallah enggak pernah putus asa,” kata Doremi.

Kelemahannya dalam bahasa Inggris menjadi penyemangatnya untuk terus fokus dan belajar setiap hari.

“Tantangannya itu bagaimana Doremi bisa (berkompetisi) dengan mereka dan bisa sama. Jadi kayak enggak ada gap, between Doremi yang enggak bisa bahasa Inggris, sama siswa-siswa yang ada di kelas dari negara lain,” ujarnya.

Doremi mengaku sangat menikmati proses belajar di Amerika yang menurutnya berbeda dengan di Indonesia.

“Cara ngajarnya juga lebih independen ya. Independennya itu kita diajarin untuk berekspresi lebih dalam, kita diajari untuk lebih bisa menggunakan critical thinking untuk mengungkapkan pendapat kita,” jelasnya.

Menurut Doremi, hubungan antara guru dan mahasiswa juga dekat. Universitas juga menyediakan fasilitas yang lengkap, termasuk para tutor yang siap membantu para mahasiswa setiap saat.

“Setiap ada assignment Doremi datang ke tutor Doremi. Tanya ini gimana, terus balik lagi buat essay, draft-nya balik lagi tanya,” kata Doremi.

Semasa kuliah, Doremi berusaha untuk selalu duduk di depan, banyak bertanya, dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Semua ini ia lakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus.

“Jadi goal itu yang Doremi tancapkan, Doremi cuman pengin jadi student terbaik,” tegasnya.

Aktif di Kampus dan @StudywithArmaya

Sosok Doremi yang selalu bekerja keras kembali terlihat di dunia kampus. Ia bekerja sebagai koordinator bagian media dan yang membantu para mahasiswa internasional dalam beradaptasi di kampus.

Sebagai penyanyi, ia juga kerap diundang untuk tampil di berbagai acara yang diselenggarakan oleh komunitas internasional, seperti India dan Vietnam. Tidak hanya itu, ia juga kerap diundang untuk menjadi pembicara di seminar, di mana ia menjadi wakil mahasiswa internasional dari Indonesia.

Dari pengalamannya sebagai mahasiswa internasional, Doremi lalu membangun komunitas di Instagram @studywitharmaya dan mengadakan webinar yang dihadiri sekitar 60 orang. Melalui webinar ini, Doremi menjelaskan mengenai proses menuju studi di luar negeri dan berbagai hal yang perlu dipersiapkan.

“Semua pertanyaan yang Doremi dulu hadapi ternyata mereka juga punya. Doremi pengin jadi salah satu sumber untuk mereka, kasih informasi apa yang mereka mau, karena Doremi kan udah lewatin,” jelasnya.

Doremi melihat banyak peserta webinarnya yang malu berbahasa Inggris. Maka, ia pun mengadakan webinar khusus untuk topik percakapan dalam bahasa Inggris.

“Mereka ada yang belum bisa ngomong Inggris, tapi pengin sekolah di Amerika. Nah, menurut Doremi itu sangat sayang banget,” jelasnya.

Kandidat Mahasiswi Terbaik 2020-2021

Prestasi dan kerja keras Doremi selama tiga tahun di universitas Northeastern pun akhirnya terbayarkan. Tahun ini ia lulus dan dinobatkan sebagai salah satu kandidat mahasiswi terbaik di jurusannya yang berpeluang mendapatkan penghargaan “Top Recognition” untuk tahun ajaran 2020-2021.

Penghargaan ini dianugerahkan kepada mahasiswa dengan portofolio terbaik. Portofolio ini berisi hasil tugas Doremi selama menempuh pendidikan S2. Peraih penghargaan akan diumumkan setelah semester musim panas berakhir.

Salah satu tugas akhir Doremi juga berhasil mendapat nilai terbaik di kelasnya. Untuk tugas akhirnya ini, Doremi melakukan penelitian di bidang media sosial, di mana ia berperan sebagai konsultan untuk salah satu restoran ternama di Boston, Mida Restaurant.

“Doremi (membantu) restorannya untuk membangun mereka punya social media. Dan Doremi berhasil bantu restorannya untuk naikin followers (secara organik). Berhasil membantu mereka untuk raise brand awareness di Boston, (membantu) mereka untuk gain revenue restoran,” jelas Doremi.

Keuletan dan keberhasilan Doremi dipuji oleh sang pemilik restoran, Douglass Williams.

“(Armaya) menempatkan bisnis saya dalam sorotan yang lebih besar melalui media sosial, melalui strategi promosi dan pemasaran umum. Dia belajar sambil bekerja. Dan dia cemerlang, karena hal ini tidak mudah. Ini bisa dikatakan sebagai sebuah pekerjaan,” ujar Douglass Williams.

“(Mungkin kelihatannya) mewah dan glamor untuk bekerja di bidang media sosial dan sepertinya menyenangkan. Tapi itu adalah hasil akhir dari kerja keras,” tambahnya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya