Universitas Budi Luhur Buat Motor Listrik, Ketua MPR: Bukti Anak Bangsa Mampu

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Selasa 16 Februari 2021 11:10 WIB
Motor listrik karya mahasiswa Universitas Budi Luhur Sport Electric Vehicle saat uji coba di Sentul, Bogor. (Foto:UBL)
Share :

JAKARTA - Universitas Budi Luhur UBL membuat mobil listrik prototype bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Kemudian dikembangkan lagi oleh Universitas Budi Luhur dengan melahirkan Neo BLITS, dan selanjutnya motor listrik CEV (Cargo Electric Vehicle).

Ketua MPR  Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) pun menyatakan rasa bangganya.

Baca Juga: Dibuka Jalur Influencer Muda untuk Kuliah

"Universitas Budi Luhur juga sukses melahirkan motor listrik dengan tampilan sportbike yang diberi nama BL SEV01 atau kepanjangan dari Budi Luhur Sport Electric Vehicle 01, bekerjasama dengan LIPI dan builder kenamaan Indonesia dari Katros Garage. Menandakan bahwa anak bangsa bisa menghasilkan kendaraan listrik secara mandiri. Sekaligus menandakan dimulainya era migrasi penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik," ujar Bamsoet dalam sambutan virtual pada acara Wisuda Semester Genap Tahun 2019/2020, Universitas Budi Luhur, Jakarta, Senin (15/2/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini juga mengapresiasi Universitas Budi Luhur, yang telah mendapatkan penghargaan '38 Perguruan Tinggi yang Berkontribusi dalam Kegiatan Kerelawanan Selama Pandemi Covid 19' dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta. Penghargaan diberikan atas Kontribusi yang telah diberikan Universitas Budi Luhur, antara lain dengan membentuk 'Relawan Budi Luhur Peduli Sekitar', memberikan bantuan sembako dan makanan siap saji kepada masyarakat terdampak pandemi di kawasan Jabodetabek, membagikan masker dan jamu secara gratis.

Baca Juga: Digitalisasi Sekolah Jadi Prioritas Daerah 3T

"Serta memberikan sumbangan bagi tenaga medis melalui bantuan alat perlindungan diri (APD), makanan, dan vitamin ke empat Rumah Sakit Rujukan Covid-19, dan para petugas pemakaman jenazah korban Covid-19. Berbagai kontribusi tersebut merupakan aktualisasi nyata dari konsep cerdas berbudi luhur, sekaligus implementasi dari dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat," jelas Bamsoet.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya