Dia juga mendukung strategi Universitas Budi Luhur memadukan unsur techno-sosio-preneurship, kecerdasan akademis, dan keluhuran budi dalam sistem pembelajaran. Tidak saja mencerminkan ketajaman dan kedalaman visi Universitas Budi Luhur, melainkan juga manifestasi dari amanat konstitusi.
"Sebagaimana diamanatkan Pasal 31 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sistem pendidikan nasional harus diarahkan untuk membangun sumberdaya-sumberdaya manusia yang berakhlak mulia," terang Bamsoet.
Tak heran sebagai salah satu kampus berbasis teknologi informasi, Universitas Budi Luhur telah berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Salah satunya dengan meraih medali emas di bidang IT Network Systems pada ajang ASEAN Skills Competition ke-12 yang diselenggarakan di Thailand pada tahun 2018.
"Di kancah pendidikan global, reputasi Universitas Budi Luhur juga dikenal luas karena sangat aktif dalam berbagai kegiatan akademik berskala internasional. Dua di antaranya adalah sebagai anggota The Association of Southeast Asian Institution for Higher Learning (ASAIHL) dan Asia Pacific Consortium of Researcher and Educators (APCORE), sebuah organisasi pendidikan tinggi internasional yang ternama," pungkas Bamsoet.
(Vitrianda Hilba Siregar)