Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri buka Kamar Pelajar bagi Wisatawan

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 10 Februari 2021 10:37 WIB
Mira Yuliani Roza. (Foto:Dok Mira)
Share :

Merupakan kepuasan tersendiri bagi Satu ketika mendengar cerita dari para mahasiswa yang mendapat teman baru dari Kamar Pelajar ini.

“Dia bilang, ‘Kak, makasih banget ya, udah bikin Kamar Pelajar ini. Aku lagi winter, musim ujian, lagi sendiri gitu kan, terus tiba-tiba ada tamu yang datang, dan tamunya seru.’ Jadi dia merasa kayak ada saudaranya yang nemenin gitu,” cerita Satu.

Peluang Kerja Bagi Mahasiswa

Saat ini Kamar Pelajar memiliki sekitar 20 hingga 40 pengurus yang terdiri dari mahasiswa Indonesia baik di luar negeri maupun di Indonesia, dan juga yang sudah bekerja.

“Kami suka dengan konsep mencampur kayak gitu. Jadi mahasiwa bisa belajar sama yang sudah kerja juga, terus mahasiswa yang di Indonesia juga bisa terinpirasi dari mahasiswa Indonesia yang di luar negeri, supaya dia mau belajar keluar negeri juga,” jelas Satu.

Jumlah pengurus juga tergantung dengan musim dan semester libur kuliah. Di musim panas biasanya Kamar Pelajar menerima mahasiswa yang ingin magang.

Baca Juga: Mendikbud Mas Nadiem Gulirkan Kampus Mengajar 2021

Tugasnya pun beragam, mulai dari mengadakan kampanye di media sosial, hingga menyelenggarakan acara virtual yang berhubungan dengan wisata ke luar negeri, pengalaman berwisata, dan pelajar.

“Kalau sebentar lagi lulus, tapi belum punya pengalaman internship, atau pengalaman kerja, dan mau merasakan gimana sih kerja di start up (red. perusahaan rintisan), environment-nya, cara kerjanya, kami pengin bisa bantu di bagian itu,” ujar Satu.

Tetap membawa ide awal sebagai sebuah proyek mahasiswa, Satu ingin agar orang bisa belajar berorganisasi dan bekerja melalui Kamar Pelajar ini.

“Kalau memang kami kebetulan lagi ada posisi yang bisa kami siapin, kami pasti terima,” ujarnya.

Tidak Beroperasi Penuh Karena Pandemi

Sebelum pandemi COVID-19, Kamar Pelajar memiliki sekitar 100 tuan rumah yang tergabung di seluruh dunia, dimana sebagian besar berada di Eropa. Kini di tengah pandemi, Kamar Pelajar tidak beroperasi penuh, dan lebih banyak melakukan acara virtual.

Satu menambahkan, mereka juga tidak terlalu mempromosikan Kamar Pelajar, mengingat banyak negara yang melakukan pembatasan dan karantina wilayah.

“Berhenti banget sih enggak, kita cuman enggak promote aja gitu, tapi kalau ada request, itu kita tetap layani, dengan syarat safety regulation-nya harus tetap diutamain sesuai dengan kota dan negara yang dituju,” katanya.

Untuk ke depannya, Kamar Pelajar bercita-cita untuk menjadi perusahaan rintisan yang tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga berbagai layanan yang berhubungan dengan perjalanan, serta membuka peluang bagi tidak hanya mahasiswa Indonesia, namun juga diaspora Indonesia yang ingin menjadi tuan rumah.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya