“Dalam kesempatan ini, kami para juri melakukan penilaian atas startegi presentasi, pembekalan kepada para finalis tentang prinsip penelitian yang benar, dan penyemaian etika penelitian,” ungkapnya.
LIPI juga menyelenggarakan penganugerahan penghargaan LIPI Young Scientis Award (LYSA) untuk para ilmuwan muda yang telah menunjukan prestasinya yang luar biasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknoogi. Pemenang LYSA kali ini adalah Afriyanti Sumboja, dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung.
Sebagai informasi, LKIR adalah kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA/sederajat dengan batas maksimum duduk pada kelas 12. LKIR menjaring proposal terbaik seluruh Indonesia untuk dibimbing langsung oleh peneliti LIPI. Tahun ini, terdapat total 41 finalis LKIR dari bidang hayati, teknik, kebumian, dan sosial yang lolos tahap seleksi.
Baca Juga: Keren,Tiga Sekawan dari UIN Sunan Ampel Ciptakan Aplikasi Literasi Wakaf
NYIA adalah kompetisi ilmiah bagi remaja dalam melakukan inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Peserta NYIA adalah Anak-anak dan Remaja (8 -18 tahun) setingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat.
Tahun ini terdapat total 39 projek yang lolos sebagai finalis NYIA. LYSA adalah sebuah ajang penghargaan yang dirintis oleh LIPI sejak tahun 2017, sebagai apresiasi bagi rekam jejak peneliti muda berusia dibawah 40 tahun yang berprestasi dan konsisten dalam melakukan penelitian dibidangnya.
(Rani Hardjanti)