Diplomat Fungsional Madya Ditjen IDP Kemenlu RI, Diar Nurbintoro menuturkan, kerja sama diplomasi Indonesia dengan negara selatan-selatan tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik namun juga dalam pengembangan kapasitas SDM. “Kerja sama kita hanya mengembangkan infrastruktur tapi semua bidang, bantuan RI tidak hanya fisik tapi juga bidang SDM,” katanya.
Direktur Non Aligned Movement (NAM) Center, Ronny Prasetyo Yuliantoro, mengatakan kerja sama ini diharapkan akan memperkuat diplomasi Indonesia dengan negara-negara berkembang lainnya dalam menjalankan kebijakan politik luar negeri bebas dan aktif.
“Kerja sama ini akan memberikan hasil yang cukup baik tidak hanya untuk RI tapi anggota GNB dan negara berkembang yang membutuhkan peran Indonesia dalam pengembangan kapasitas,” katanya.
(Feby Novalius)