JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjalin kesepakatan bersama untuk meningkatkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari anggota gerakan non-blok dan negara berkembang di sekitar benua Asia dan Afrika. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam hubungan diplomasi di tingkat kerja sama internasional.
“Kita yakin kerja sama ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk Indonesia dalam membangun kerja sama selatan-selatan dan UGM bisa menjadi mitra,” kata Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dalam laman resmi UGM, Jumat (27/12/2019).
Baca Juga: UGM Ciptakan Alat Rontgen Digital Murah Meriah
Menurut Panut, melalui kerja sama ini, UGM akan mengundang pemuda-pemuda terbaik dari negara anggota non-blok dan selatan-selatan untuk belajar di kampus UGM.
“Para pemuda terbaik dari mitra kita negara selatan-selatan ini ketika sudah lulus akan menjadi duta kita di negaranya masing-masing,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, UGM memberikan program beasiswa yang sama kepada pemuda dari kawasan Asia Tenggara yang menempuh pendidikan di UGM.
“Sekarang ini UGM sudah memberikan beasiswa sebanyak 16 orang, sekarang jumlahnya ditingkatkan lagi dengan beasiswa penuh dari UGM,” katanya.
Baca Juga: Periode Kedua Jokowi Diharapkan Mampu Ciptakan SDM Unggul
Beberapa negara seperti Namibia dan Palestina, meminta UGM untuk meningkatkan kuota dari pemuda asal negara mereka agar bisa kuliah dan mendapatkan beasiswa untuk belajar di kampus UGM.