Universitas Terbuka Gelar Seminar Internasional Menyongsong Industri 5.0

Hambali, Jurnalis
Jum'at 25 Oktober 2019 06:02 WIB
Dekan FE UT Ali Muktiyanto dan VP Capital Human Strategic Management Telkom and Board of Commissioners PT. PINS, Dwi Heriyanto (Foto: Hambali/Okezone)
Share :

Pada hari kedua penyelenggaraan ISBEST 2nd dan COPSI 1st 2019, digelar pula Coaching Clinic untuk meningkatkan kualitas dari makalah-makalah yang telah dipresentasikan pada hari pertama oleh Zakiah Saleh dari Universityof Malaya dan juga Isma Widiaty serta Abdullah dari RPI.

Di lokasi yang sama, nara sumber lainnya, Dwi Heriyanto, coba membandingkan kemunculan Society 5.0 di Jepang. Kata dia, negara itu menggagas industri 5.0 karena beberapa faktor, yakni kemajuan aktivitas digital broadband yang memadai, lalu juga disebabkan human resource (sumber daya) manusianya yang terbatas.

"Bagaimana dengan Indonesia? tentunya kalau kita komparasikan kita masih jauh. Kita berlomba di industri 4.0, tapi mungkin (kenyataannya) kita masih industri 3.0. Tapi memang bangsa ini sedang menuju ke arah ke sana," ucapnya.

Lebih lanjut, dibeberkan Dwi, bahwa hal terpenting ke depan yang harus dilakukan adalah kolaborasi antara 3 pemangku kepentingan, yaitu akademisi yang terus melakukan riset up to date, pengelola bisnis dan pemerintah. Namun dari 3 instrumen itu, yang paling besar pengaruhnya adalah pemerintah dalam mewujudkan Society 5.0.

"Pemerintah itu sebagai dirigennya," tukasnya. (adv)

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya