"Lebih dari 90 artikel dipresentasikan di hari pertama penyelenggaraan ISBEST 2019 yang mengeksplorasi tantangan dan peluang yang terbagi dalam 10 sub tema," ujarnya.
Pada hari itu, pembicara utama adalah Dwi Heriyanto, lalu Datok Yusof Kasim dan Masatsugu Nemoto. Sedangkan di hari kedua, dilangsungkan COPSI 1st 2019 yang merupakan wadah untuk memberikan apresiasi terhadap penggiat di sektor publik.
Entitas sektor publik yang dapat mengikuti COPSI 1st 2019 adalah Pemerintah Daerah, Badan Layanan Umum maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLU/BLUD), Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD), rumah sakit, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya.
Tujuan digelarnya COPSI untuk meningkatkan kualitas produk-produk inovasi dalam domain sektor publik, sehingga mampu secara nyata memberikan kemanfaatan bagi penyelenggara layanan publik maupun bagi masyarakat sebagai pengguna layanan publik.
Beberapa juri dari COPSI 1st 2019 ini adalah Zakiah Saleh dari University of Malaya, Rahmadi Murwanto Direktur PKN STAN, dan Ali Muktiyanto Dekan Fakultas Ekonomi UT dengan didampingi oleh Indra Bastian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Moh. Mahsun Direktur APSAE.