JAKARTA – Jamur tiram putih merupakan bahan pangan sehat dan alternatif pengganti daging. Tidak heran jika budidaya jamur tiram putih tengah menjadi perhatian. Pasalnya, jamur tiram putih memiliki nilai ekonomis tinggi untuk keperluan konsumsi.
Namun yang menjadi kendala terkadang adalah penanamannya. Jangan khawatir, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang diketuai oleh Dosen FMIPA UI Retno Lestari berhasil memberikan solusi, yakni menyulap limbah agrikultur menjadi media tanam jamur tiram putih.
Baca Juga: Mau Hasilkan Uang dari Youtube? Buat Konten yang Kamu Suka!
Program inovatif yang diberinama Mikoponik ini merupakan suatu istilah yang dibuat untuk menyebut sistem budidaya jamur yang sedang dikembangkan oleh Tim Pengmas FMIPA UI.
“Program mikoponik dilakukan di Desa Bojong Koneng karena desa tersebut merupakan daerah yang cocok untuk budidaya jamur," ujar Retno seperti dilansir situs UI, Selasa (1/10/2019).
Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Bisa Diciptakan Sendiri, dari Makcomblang hingga Food Stylist
Program yang diperkenalkan kepada masyarakat di Desa Bojong Koneng, Sentul, Bogor pada Agustus 2019 ini bekerjasama dengan Yayasan Pandu Cendekia dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (DPRM UI).
Asal tahu saja, Program Mikoponik ini digunakan untuk pemanfaatan limbah agrikultur sebagai media tanam salah satu jenis jamur, yaitu jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus).
"Diharapkan program inovatif ini dapat membantu masyarakat Desa Bojong Koneng dalam memanfaatkan limbah agrikultur menjadi produk jamur konsumsi serta terbentuknya motivator desa agar program dapat terus berlanjut," ujar Retno.
(Rani Hardjanti)