Hal terpenting, lanjutnya, bangsa Indonesia harus mampu menghadapi tantangan global dalam rangka berkompetisi dan merealisasikan apa yang telah diprediksi, bahwa Indonesia akan masuk 4 ekonomi besar di dunia.
"Kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya bonus demografi tersebut. Karena bonus demografi itu tidak setiap dekade kita menerimanya. Dalam satu putaran adalah hanya satu seperti negara-negara yang lain. Oleh sebab itu jangan sampai bonus demografi yang nanti jatuh pada 2036 kita tidak mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan kesiapan kesiapan itu mulai sekarang," ujarnya.
Baca Juga: Viral, Anak Tukang Becak Lulus S2 Hanya 3 Bulan
Menurut dia, salah satu cara untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan memberikan pendidikan di wilayah perbatasan (remote area) yang dilaksanakan oleh personil TNI. Termasuk pelayanan kesehatan untuk memperhatikan gizi buruk, sehingga masyarakat bisa terhindar dari stunting (kerdil) untuk bisa menjadi sumber daya manusia yang unggul karena dalam kondisi yang sehat.
Hadi mengatakan, anak-anak yang ada di wilayah termasuk wilayah remote memerlukan rule model, maka kehadiran TNI dengan postur yang gagah akan memberikan mereka berkeinginan menjadi seorang yang gagah seperti TNI, bukan hanya gagah fisik namun sehat dan tentunya adalah cerdas.
"Itulah harapan kita semua untuk bisa menuju Indonesia emas tahun 2045," tutupnya.
(Rani Hardjanti)