JAKARTA – Kini telah ditemukan material tiruan yang bisa digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki tulang yang rusak. Namanya adalah Bone graft atau Bone filler.
Bone graft ini memiliki fungsi sebagai material pengisi tulang. Material tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Dosen dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Joko Triyono bersama tim.
Baca Juga: UNS Siap Kerjasama dengan Universitas Al Azhar Kairo
Kepada wartawan, Joko mengatakan bahwa dalam melakukan penelitian hingga menghasilkan produk tersebut, ia melibatkan beberapa dosen dari disiplin ilmu. Diantaranya dengan dr Suyatmi M. BiomedSc dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan dr I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara Sp.OT dari RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Joko mengatakan, UNS mengembangkan bone graft ini karena produk bone graft yang digunakan di rumah sakit merupakan buatan luar negeri. Hingga saat ini belum ada produk lokal yang masuk dalan e-catalog.lkpp.go.id sebagai syarat produk bisa diklaimkan BPJS. Selain itu, banyak kasus operasi patah tulang yang memerlukan bone graft.
“Survai di tahun 2010 terdapat 4.537 pasien patah tulang di RS Orthopedi Prof. Soeharso Surakarta,” ujar Joko seperti dikutip dari laman UNS, Rabu (18/9/2019).
Baca Juga: UNS Fasilitasi Alumni PMW lewat Program Inkubator Bisnis
Untuk itu, Joko dan tim ingin mengembangkan bone graft yang terbuat dari bahan xenograft atau dari tulang sapi. Tulang sapi diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo. Cara membuatnya yaitu dengan pemilihan bahan berupa tulang sapi yang masih segar. Kemudian proses demineralisasi dan deproteinisasi yaitu proses menghilangkan kandungan mineral dan protein. Ini dilakukan dengan cara tulang dijemur matahari kemudian direbus dengan air mendidih sebanyak 3 kali.