JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menemukan cara yang mudah untuk mendeteksi boraks dan formalin menggunakan indikator ekstrak herbal, yaitu bunga Ruekkia (Ruellita tuberosa).
Tanaman bunga yang berasal dari Meksiko, Karibia dan Amerika Selatan ini memiliki kandungan pigmen antosianin. Prinsip utama dalam penemuan ini adalah memanfaatkan zat antosianin yang sensitif terhadap derajat keasaman (pH) lingkungan yang ditandai dengan perubahan warna.
Baca Juga: Mahasiswa UI Teliti Karst Gunungkidul, Hasilnya Mengejutkan
Pada dasarnya antosianin yang terdapat pada bunga Ruellia memiliki penanda warna: merah untuk pH 1-3, coklat-kemerahan untuk pH 5-6, coklat-kehijauan untuk pH 7-8, hijau untuk pH 9-11 dan kuning pH 13-14.
Para staf dan peneliti dari Departemen Kimia Kedokteran FKUI mengajak masyarakat untuk mewaspadai boraks dan formalin pada jajanan anak melalui suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat bernama Program Aksi UI untuk Negeri.
Ketua program, Dr. Ade Arsianti, M.Si, kepada Humas FKUI menjelaskan bahwa penggunaan boraks dan formalin masih marak di masyarakat terutama digunakan oleh para pedagang jajanan anak-anak.
“Dampak boraks dan formalin itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak-anak kita. Meskipun penyalahgunaan boraks dan formalin sudah menurun, namun kita sebagai orang tua harus tetap waspada,” tutur Dr. Ade, dikutip dari FKUI, Jumat (6/9/2019).
Cara untuk mendeteksinya tersebut pun sangat mudah, hanya dengan menggunakan peralatan sederhana di rumah. Cukup dengan siapkan ulekan, pipet tetes, wadah berongga kecil seperti tempat cat air (palet), sempel makanan, air putih dan beberapa helai bunga Ruellia.
Baca Juga: Intip 20 Kandidat Rektor UI dan Tahapan Pemilihannya
Jika makanan positif mengandung boraks maka warnanya akan berubah menjadi hijau karena pH boraks sekitar 9-11. Apabila makanan positif mengandung formalin, maka warnanya akan erubah menjadi coklat-kemerahan karena pH formalin sekitar 5-6.
Makanan yang bebas formalin dan boraks akan berwarna ungu atau tidak mengalami perubahan warna seperti aslinya warna ekstrak yang ditambahkan ke makanan pada awalnya.