SOLO - Suara gemuruh tepuk tangan langsung bergema di auditorium G. P. H Haryo Mataram UNS, saat kedua orang tua almarhum Irza Laila Nur Trisnha Winandi, Nurokhman dan Ibu Dwi Yani Merbawaningrum menerima selempang dan tanda kelulusan dari Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho.
Tangis ibu Irza, Dwi Yani Merbawaningrum tak bisa dibendung lagi, ketika seluruh wisudawan UNS tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan ketika Rektor memberikan piagam kelulusan.
Baca Juga: Irza Tewas Tertabrak Truk Sesaat Akan Ujian Skripsi, Rektor UNS Beri Penghargaan Ijazah
Apalagi, Rektor mengajak seluruh pimpinan universitas, anggota senat, serta wisudawan-wisudawati untuk hening sambil mendoakan Almarhum Sdri Irza Laila Nur Trisnha Winandi.
"Dan hari ini secara khusus saya pribadi dan pimpinan serta para anggota senat yang hadir di depan kita semua, mengajak dengan menundukkan hati, menundukkan jiwa, merendahkan suara untuk mendoakan Almarhumah Sdri Irza Laila Nur Trisnha Winandi,"pinta Rektor, Sabtu (24/8/2019).
Irza, mahasiswi UNS Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2015 yang meninggal karena ditabrak truck kontainer di Puskemas Mojosongo, Boyolali. Padahal, disaat yang bersamaan, mahasiswi berparas cantik ini hendak berangkat ujian skripsi.
Baca Juga: Rektor UNS: KKN Ajari Mahasiswa di Kehidupan Nyata
Dalam ujian skripsi tersebut, rencannya Irza Laila akan mempertahankan skripsi yang tema Pengaruh Penggunaan Game Online Terhadap Kreativitas Mahasiswa dan Hasil Belajar Mahasiswa PTIK FKIP UNS dalam Mata Kuliah Pemograman Komputer. Namun takdir berbicara lain. Irza tak bisa mempertahankan skripsi yang telah dijalaninya di hadapan para pengujinya.