Guru SD di Purwakarta Ini Ciptakan Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Plastik

Mulyana, Jurnalis
Jum'at 19 Juli 2019 13:28 WIB
Foto: Guru SD Ciptakan Bahan Bakar dari Limbah Plastik (Mulyana/Okezone)
Share :

Adapun proses pengolahan Pyrolysis ini, sebut dia, yakni dengan cara memanaskan sampah plastik pada suhu sekitar 300-400 derajat Celcius. Dalam proses ini, limbah plastik tersebut akan berubah fase menjadi gas. Setelah itu, akan terjadi proses perengkahan (cracking).

Kemudian, lanjut dia, gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik ini dikondensasikan. Sehingga, nantinya gas tersebut menjadi cair. Hasil kondensasi inilah yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan bakar yang secara komposisi setara dengan bensin dan solar.

“Bahan bakar dari sampah ini akan keluar dari pipa yang sudah tersambung dengan kaleng yang dipanaskan. Kalau dilihat, prosesnya mirip penyulingan,” jelas dia.

Dia menambahkan, alat untuk membuat daur ulang sampah plastik menjadi BBM ini rata-rata dibuat dengan daya tampung lima kilogram sampah plastik. Sedangkan, untuk satu kilogram sampah plastik yang dikondensasikan bisa menghasilkan tidak kurang dari satu liter bahan bakar cair aternatif.

“Itu untuk jenis sampah plastik padat atau kemasan. Misalnya, bekas air mineral. Beda dengan sampah kantong plastik, sampah plastik jenis ini hanya menghasilkan bahan bakar alternatif sedikit untuk ukuran yang sama,” tambah dia.

Selain menghasilkan bahan bakar cair, tambah dia, ampas dari sisa sampah plastik hasil pembakaran ini juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar lain. Misalnya, briket. Briket ini bisa menjadi bahan bakar menyerupai lilin. Satu briket ini ukuran 7 cm dan bisa bertahan hingga 8 jam.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya