JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) terus mempertahankan komitmennya menjadikan kampus hijau. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendukung cita-cita tersebut. Salah satunya membatasi masuknya kendaraan ke area kampus.
Visi menjadikan kampus hijau sebenarnya sudah lama digaungkan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, UI berhasil menyabet predikat kampus hijau terbaik di Indonesia.
Berbagai upaya sudah di lakukan untuk mendukung konsep UI Go Green. Misalnya mahasiswa dan sivitas diminta untuk melakukan pemilahan sampah. Menyediakan sepeda, otoped, dan banyak lagi program lainnya.
Baca Juga: Bus Transjakarta Bakal Ngetem di Kampus UI
Kemudian membangun gedung parkir di luar area kampus sehingga untuk masuk UI menggunakan transportasi khusus. Bahkan Agustus mendatang, bus Transjakarta berencana akan masuk area kampus. Upaya ini dilakukan mendorong agar seluruh warga UI sadar terhadap pentingnya lingkungan hijau. Mengingat UI sangat luas dan menjadi kantung resapan air dan oksigen.
Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti mengatakan, UI memiliki visi ingin mempertahankan dan meningkatkan label kampus hijau sehingga mau tidak mau pembatasan kendaraan harus dilakukan. Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan sebab setiap harinya hampir 2.500 kendaraan keluar-masuk kampus sehingga penyumbang besar emisi gas karbon.
“Salah aturan yang akan kami terapkan adalah parkir berbayar. Ini tidak akan merugikan karena sudah sesuai dengan visi UI yaitu menjadi kampus hijau,” kata Rifelly.
Baca Juga: Mahasiswa UI Ciptakan Sabuk Pintar untuk Keselamatan Penerbangan
Pelaksanaan uji coba berbayar diterapkan kemarin hingga 31 Juli 2019. Uji coba sistem parkir berupa pengambilan tiket masuk yang harus disimpan untuk kemudian ditunjukkan kembali saat keluar, namun masih gratis bagi motor. Uji coba pun dilakukan tidak sepenuhnya karena belum dikenakan biaya.
“Uji coba bagi dilakukan bertahap, khususnya pada jam-jam padat, gate tidak akan diberlakukan hingga jalur pengendara khusus motor yang hanya ingin melintas telah selesai (BORR Utara dan BORR Selatan). Sedangkan bagi kendaraan beroda empat (mobil) atau lebih, pelaksanaan uji coba diterapkan sepenuhnya,” terangnya.
Rifelly mengatakan, Implementasi Sistem Parkir dan Masuk UI merupakan upaya UI mengendalikan jumlah kendaraan di dalam lingkungan UI demi tujuan lingkungan UI yang hijau, ramah lingkungan, aman dan nyaman. Kebijakan tersebut juga diklaim berbanding lurus dengan upaya UI dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi sivitas akademika UI serta kemudahan dalam mengevaluasi keselamatan berlalu lintas. Untuk mendukung aturan parkir berbayar, pihaknya sudah melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Mulai bus kuning, sepeda kuning, dan otoped.
“Selain kampus tetap hijau, kami juga ingin ramah dengan pejalan kaki,” ungkapnya.