MALANG — Kegiatan Pramuka dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 tidak hanya diisi dengan aktivitas perkemahan dan keterampilan kepramukaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman belajar langsung tentang lingkungan, energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam melalui kunjungan edukatif ke Ekowisata Boon Pring, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang mengajak para santri melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengelola potensi alam sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di Boon Pring, peserta diperkenalkan dengan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, termasuk pemanfaatan sumber daya air melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Para santri melihat bagaimana potensi air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat sekitar.
Pembelajaran tersebut membuat peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengamati secara langsung penerapan teknologi dan pengelolaan lingkungan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, H. Subur, yang turut mengembangkan kawasan ekowisata tersebut menjelaskan bahwa bambu menjadi salah satu potensi penting di Boon Pring.
Menurutnya, bambu memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi. Selain membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat struktur tanah, bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, perlengkapan rumah tangga, hingga berbagai produk bernilai ekonomi.