“Silakan dihidupkan tapi harus dengan jenis mobil yang berbeda dengan tim yang sudah eksis di ITS yaitu Sapu Angin dan Nogogeni,” jawab Agung kepada mahasiswa yang sedang memperjuangkan Tim Antasena ITS kala itu.
Sementara itu, General Manager Tim Antasena ITS, Ghalib Abyan menjelaskan, perjuangan mengembalikan Antasena tersebut tidaklah mudah. Masalah klasik terkait pendanaan oleh sponsor dan kepercayaan publik kepada Tim Antasena ITS masih sangat rendah.
Memang kala itu nama Antasena belum populer dan harus ada pembuktiannya. Oleh karenanya, tim ini berusaha mengikuti berbagai lomba inovatif untuk membangun dan memperkenalkan nama Antasena.
(Rani Hardjanti)