Proses pembelajaran secara daring (e-learning) telah dilakukan di berbagai perguruan tinggi Indonesia dan kedepannya akan jauh lebih banyak perguruan tinggi yang mengadopsi sistem ini. Nasir mengatakan, dengan adanya e-learning, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia bisa lebih tinggi dari APK saat ini yang sebesar 34,58.
Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darodjat mengatakan, UT diberi amanah dari pemerintah sebagai mitra strategis dalam rangka meningkatkan APK pendidikan tinggi.
Salah satu cara yang paling memungkinkan untuk menaikkan APK secara masif adalah dengan pendidikan jarak jauh (PJJ). “Kita ingin agar pada 2020 nanti APK pendidikan tinggi bisa mencapai 40%,” katanya.
Ojat menjelaskan, adanya PJJ menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin kuliah, tetapi terbatas waktu dan tempatnya. PJJ juga menjadi jawaban bagi masyarakat daerah pinggiran yang selama ini tidak terjangkau perguruan tinggi dengan metode tatap muka.
Karena itu, lanjutnya, UT memberikan kesempatan bagi masyarakat di daerah pinggiran untuk bisa kuliah dengan PJJ. Ini merupakan jawaban untuk menyukseskan program Presiden Jokowi, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.
Rektor Universitas Tarumanegara Agustinus Purna Irawan mengatakan, Untar termasuk dalam 25 perguruan tinggi yang siap menjalankan kuliah online atau pendidikan daring. Namun saat ini Untar masih menerapkan sistem blended learning atau gabungan kuliah tatap muka dan online untuk mata kuliah dasar umum (MKDU) seperti bahasa Inggris dan kewirausahaan untuk semua fakultas. (Neneng Zubaidah)
(Rani Hardjanti)