Oxford Jadi Kampus Paling Prestisius, Universitas Tsinghua Teratas di Asia

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 28 September 2018 11:35 WIB
Ilustrasi Foto (Koran Sindo)
Share :

LONDON – Sejumlah perguruan tinggi China kian bersinar di Asia. Universitas Tsinghua untuk pertama kali memuncaki ranking institusi perguruan tinggi terbaik di Asia pada 2019 versi majalah mingguan Time Higher Education (THE) dan menyingkirkan Universitas Nasional Singapura.

Universitas Tsinghua naik delapan peringkat. Dalam ranking dunia, Universitas Tsinghua masuk jajaran 30 besar dan berada di urutan ke-22. Ada pun Universitas Nasional Singapura terjatuh ke urutan 23. Kenaikan peringkat itu membuat Universitas Tsinghua un tuk pertama kalinya juga mengalah kan Universitas Peking, meski reputasi Universitas Tsinghua sudah tinggi.

Universitas Tsinghua patut bangga karena mampu mengalahkan dominasi Universitas Nasional Singapura yang memuncaki institusi perguruan tinggi terbaik di Asia antara tahun 2016-2018. Sebelum Universitas Nasional Singapura menjadi yang terbaik, posisi teratas dikuasai Universitas Tokyo antara 2011-2015.

Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Tsinghua mengalami peningkatan kualitas pendidikan, dari dampak penelitian terhadap ke majuan bangsa, pendapatan institusi, hingga perbaikan citra di mata internasional. Jumlah staf, mahasiswa, dan jurnal penelitian dalam bahasa Inggris meningkat sangat pesat.

 Baca Juga: 87% Mahasiswa Merasa Salah Jurusan, Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Aku Pintar

Rektor Universitas Tsinghua Yang Bin mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas sistem riset dan pengajaran agar melampaui standar internasional demi menaikkan reputasi global kampus. Upaya Yang Bin telah terbayar dan berbuah manis. Rek tor perguruan tinggi dunia juga salut dan memuji Universitas Tsinghua.

Profesor Universitas Oxford Simon Marginson menilai Universitas Tsinghua layak ditempatkan sebagai perguruan tinggi terbaik di Asia. Keunggulannya terletak pada hasil riset di bidang ilmu matematika dan komputer, kombinasi yang juga sedang didukung pemerintah China, hingga mengungguli Amerika Serikat (AS).

“Universitas Tsinghua sedikit lagi bisa menjadi perguruan tinggi terbaik di dunia.”

“Mereka maju begitu pesat, terutama di bidang ilmu fisika dan teknik,” kata Marginson yang di kutip dari laman timeshighereducation.com.

“Jika saat ini saja sudah mencapai posisi tersebut, baangkan posisinya dalam lima tahun ke depan,” sambungnya.

Sementara itu, perguruan tinggi di Indonesia hanya mencatatkan lima perwakilan di daftar universitas terbaik, yakni Universitas Indonesia (UI) di posisi 601-800, Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi 801- 1.000, Institut Pertanian Bogor (IPB) di posisi 1001+, Uni versitas Gadjah Mada (UGM) di posisi 1001+, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di posisi 1001+.

Kemajuan kampus-kampus perguruan tinggi di China tidak terlepas dari dukungan finansial yang dikucurkan pemerintah dan perusahaan raksasa di bawah program Double World-Class. Saat ini banyak dosen dan ahli riset terbaik di dunia yang menginginkan bekerja di Universitas Tsinghua dan memandangnya sama dengan MIT atau Cambridge.

Universitas Tsinghua bukanlah satu-satunya per guruan tinggi China yang sedang naik daun, Universitas Zhejian juga merangkak naik 76 peringkat menuju posisi 101. Kenaikan itu ditopang adanya peningkatan pendapatan penelitian, volume penelitian, pendapatan industri, dan proporsi mahasiswa internasio nal. Sementara itu, Universitas Ilmu dan Teknologi Selatan (SUSTech) yang berambisi menjadi sekolah kelas dunia untuk pertama kali masuk ranking 301-350.

Perguruan tinggi yang terletak di Shenzhen itu sering disebut sebagai Silicon Valleynya China karena pesatnya kemajuan teknologi. Padahal, SUSTech baru berusia tujuh tahun. Secara keseluruhan, 72 perguruan tinggi China masuk dalam ranking THE, naik dari 63 setahun sebelumnya. China menjadi negara dengan perwakilan paling banyak keempat di dunia. Sebanyak tujuh perguruan tinggi China berada di jajaran 200 besar, lima di antaranya mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Pemantau Kerusakan Rel Kereta Api

Berdasarkan studi THE, skor rata-rata reputasi pengajaran di 10 perguruan tinggi terbaik China sejajar dengan institusi terbaik di Inggris dan Jerman, sedangkan skor rata-rata reputasi penelitiannya lebih tinggi dari perguruan tinggi terbaik di Prancis dan Australia. China akan menjadi top global dalam waktu dekat.

“Kita menyaksikan sendiri China telah menyingkirkan para pesaingnya di Asia dan terus bergerak maju untuk mengejar AS,” kata Marginson.

“Ini bukan hanya tentang dana atau kebijakan dari pemerintah, tapi juga adanya tingkat kesadaran di antara sesama warga China untuk bersatu dan bahu-membahu,” sambungnya.

Marginson menambahkan, apa yang terjadi di China sekarang sama seperti yang terjadi di AS pada era 1950-1980-an. Publikasi dan kutipan hasil penelitian tersebar ke seluruh dunia, terutama di bidang teknik sipil dan industri, ruang ang kasa, dan big data. Hal itu men jadi faktor utama yang menaikkan reputasinya.

 

Perguruan tinggi di Prancis juga berhasil meningkatkan reputasi internasional dan kinerja penelitian setelah program merger dicanangkan. Universitas Penelitian Paris Sciences et Lettres (PSL), hasil dari merger beberapa institusi pada 2010, menjadi kampus pertama Prancis yang masuk 50 besar setelah naik 31 peringkat. Universitas Penelitian PSL baru kali ini masuk ranking THE. Skor penelitian dan pengajar annya mengalami peningkatan.

Sementara itu, Universitas Sorbonne hasil merger antara Universitas Pierre and Marie Curie dan Paris-Sorbonne pada Januari, masuk ranking 73 dan menjadi pendatang tertinggi tahun ini. Pada tahun lalu, Universitas Pierre and Marie Curie berada di posisi 123, sedangkan Universitas Paris-Sorbonne di 196.

Baca Juga: Pesawat Tanpa Awak ITS Siap Berlaga di Turki

“Mendirikan institusi dengan individu beperforma tinggi, sekalipun tidak banyak, membantu kami mencapai target untuk menjadi sekolah internasional,” ungkap Rektor Universitas PSL Alain Fuchs.

Fuchs memprediksi perguruan tinggi Prancis lainnya yang melakukan merger akan mengalami keberhasilan yang sama. Mantan Rektor Institut Teknologi California Jean-Loe Chameau menyambut baik peningkatan ranking itu. Namun, dia berharap merger dapat memberikan dampak yang luas dan panjang. Posisi pertama ranking perguruan tinggi terbaik 2019 versi THE ditempati Universitas Oxford.

Disusul Universitas Cambridge, Universitas Stanford, Institut Teknologi Mas sachusetts, dan Institut Teknologi California. Posisi 10 besar didominasi perguruan tinggi Barat, tiga berasal dari Inggris dan tujuh berasal dari AS.

(Muh Shamil)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya