“Kalau ada yang suka tentang masak, ya bikin konten tentang masak. Kalau aku, karena suka sesuatu yang colorfull, aku bikin stopmotion. Apapun yang colorfull aku suka. Aku sendiri juga lebih ke visual, jadi visual kan berkaitan dengan mata dan mata harus dimanjakan,” jelasnya.
2. Tentukan Segmen Usia Penonton
Buatlah vlog yang sesuai dengan usia penonton kalian, apabila penonton kalian remaja buatlah yang menghibur sesuai usia remaja. Jangan sampai penonton malah menonton vlog yang tidak sesuai usianya.
“Harus berkaitkan dengan yang seumuran. Misalnya, penonton aku lebih banyak yang remaja berarti konten-kontennya harus yang remaja. Sesuai dengan sesuatu yang fun, yang berkaitan dengan mereka. Kalau kontennya relatable pasti bakal tersebar di kalangannya,” ucap Aulion.