Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

30 Inovasi Ramaikan Pameran Teknologi Tepat Guna USU

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Kamis, 16 Oktober 2014 |21:04 WIB
30 Inovasi Ramaikan Pameran Teknologi Tepat Guna USU
30 Inovasi Ramaikan Pameran Teknologi Tepat Guna USU
A
A
A

MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) akan kembali menggelar pameran teknologi tepat guna serta pameran ilmiah dan kreatifitas mahasiswa. Tahun ini pameran digelar di Pendopo USU, Jalan Universitas Kampus USU Medan, 16-18 Oktober 2014.
 
Setidaknya ada 30 produk inovasi dan 40 stand karya ilmah tepat guna karya mahasiswa USU yang akan dipamerkan pada tahun ini. Di antaranya mesin pengolah dodol, mesin pengupas nanas, mesin penggiling biji kopi, dan sejumlah inovasi robotik.
 
Pembantu Rektor III USU, Raja Bongsu Hutagalung MSi mengatakan, lewat pameran rutin ini ingin membuktikan bahwa para mahasiswa juga memiliki kemampuan untuk berinovasi. Melalui pameran ini pula, civitas akademika USU, mengajak masyarakat untuk merubah pandangan miris terhadap kemampuan sumber daya lokal.
 
“Kita akan menjadikan ini sebagai budaya di USU. Setelah kemarin kita punya mobi horas, kini kita akan kembali membuktikan bahwa mahasiswa-mahasiswa kita tidak kalah dari mahasiswa asing, yang bisa berkarya. Bahkan karya-karya mereka bisa langsung dimanfaatkan, karena mengacu pada kebutuhan lokal,” jelasnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, menyambut baik pameran tersebut. Menurutnya, selain ajang pameran, kegiatan ini harus dapat menjadi wadah interaksi saling tukar informasi, terutama di antara kreator-kreator muda, guna meningkatkan semangat  berkreasi dan berinovasi,  sesuai dengan tujuan dan sasaran digunakannya teknologi  yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
“Saya percaya bila kita bekerja keras, kreatif dan inovatif,  serta saling berbagi informasi teknologi, kita mampu seperti negara-negaramaju lainnya. Sudah saatnya kita ubah globalisasi menjadi glokalisasi, dimana teknologi tepat guna harus bersumber dari kearifan local dan khasanah balutan budaya daerah yang bewarna. Di samping itu agar kita lebih siap menghadapi kompetisi produk kita dan produk luar, sebab sebentar lagi  kita akan memasuki tatanan masyarakat ASEAN,” ungkapnya.
 
“Percayalah, jika teknologi tepat guna bisa kita hasilkan, produk-produk lokal akan diminati masyarakat. Karena masyarakat sebagai pasar tentunya semakin rasional, dan akan melihat sebuah produk secara fungsional,” tambahnya.

(Muhammad Saifullah )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement