"Penghargaan menciptakan banyak momentum untuk saya dan mendapatkan lebih banyak orang untuk memperhatikan saya dan menganggap saya lebih serius (untuk menulis, tak hanya sebagai penulis lepas),” katanya, seperti dikutip dari Forbes, Selasa (3/7/2018).
Pada malam nominasi, Sen datang dengan menggunakan taksi dan menuliskan pidato singkatnya dibaik bungkus permen. Dia bahkan tidak pernah berharap untuk menang.
"Tidak ada yang membayangkan bisa mendapatkan nominasi James Beard, terutama jika Anda berusia 26 tahun dan merasa seperti Anda telah diterjunkan ke dunia ini untuk menulis makanan," kata Sen.
Sen menyampaikan pidato dibalik pembungkus permen karetnya, lalu memandangi ibunya, sumber dukungan utama. Dia berpose di karpet merah, dihadapan dari kelompok elit penulis dan koki, banyak dari mereka yang lebih tua.