Kedua guru kembar itu sangat bersyukur dengan apa yang telah dicapainya saat ini. Jumlah murid yang terus bertambah hingga mencapai ratusan, menunjukkan betapa tingginya keinginan anak-anak kolong jembatan untuk menimba ilmu pendidikan.
"Dalam hidup kita harus ada pembiasaan untuk berbuat baik, seperti yang kita lakukan kepada adik-adik kolong jembatan itu," imbuhnya.
Mereka beranggapan apa yang telah diperjuangkan selama ini merupakan bagian dalam mencari ridho Allah. Kehadiran anak-anak dianggap sebagai rezeki yang patut disyukuri. Meski perjuangannya tidak mudah dan murah, namun keduanya ikhlas menjalani.
"Tidak berbagi sangat merugi hidup di dunia. Jangan dihitung bila berbagi, jangan minta kembali bila memberi," ucapnya.
Sementara sang sutradara film, Adjat Suratma mengaku, pembuatan film berdasarkan potret keseharian anak didik kedua guru kembar dan perjuangan keduanya dalam mengajar.