Banco ini memiliki peluang besar untuk diwujudkan menjadi bisnis yang sebenarnya. Dengan segmentasi pasar yang cukup mendukung, yaitu para pengendara roda empat dan orang-orang yang melakukan perjalanan jauh. Selain itu bahan bakunya murah serta mudah ditemukan.
“Rencananya produk ini akan dijual seharga 50 ribu-80 ribu rupiah dengan keuntungan sebesar 15-85 persen per unit dan sudah termasuk dana sosial sebesar 2,5 persen," terangnya.
Harapan Izzar dan Ridho dalam pengembangan desain sociopreneur ini adalah tumbuhnya kesadaran untuk mengelola limbah-limbah yang tidak berharga ini menjadi produk yang bernilai jual tinggi, serta mampu melihat potensi sumber daya alam, bekerja dengan kearifan lokal, menggunakan produk yang ramah lingkungan, dan menghargai produk dalam negeri.
Kreatifitas Izzar dan Ridho berhasil meraih juara 3 esai nasional dalam acara Koperasi Mahasiswa (Kopma) Fair di Universitas Hasanudin, Makasar, Desember 2017. Kompetisi ini diikuti oleh perguruan tinggi ternama di Indonesia, diantaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Semarang dan lainnya.
"Kami berencana akan mewujudkan Banco menjadi bisnis sosial. Tapi butuh waktu. Sekarang sedang fokus pada perkembangan desainnya," tutupnya.
(Susi Fatimah)