“Hanya saja kadang waktu istirahat menjadi tidak teratur lagi karena tidak jarang saya harus mengikuti rapat hingga tengah malam,” ungkapnya.
Kendati demikian, Ape tidak menyesal dengan jalan yang dipilihnya. Organisasi bagi Ape merupakan ilmu berharga yang tidak bisa didapatkannya dengan hanya belajar di dalam kelas. Untuk itu, Ape rela mengorbankan sedikit waktu tidurnya.
“Selain itu, alasan terbesar saya bergabung organisasi agar bisa memberi kebermanfaatan lebih untuk orang-orang sekitar. Karena prinsip saya, sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya lagi.
Ape bersyukur kedua orangtuanya dapat mengerti dan mendukung penuh kesibukannya. Kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak organisasinya, Ape hanya bisa berpesan untuk tidak pernah menyerah dan merasa lelah terhadap apa yang sedang diperjuangkan. Sebab bagi Ape, “Apa yang kita tanam saat ini mampu menjadi pertanggungjawaban atas hidup yang kita jalani sekarang ini dihadapan-Nya kelak.”
(Susi Fatimah)