JAKARTA – Sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 2018, ada banyak hal di luar kelas yang harus dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB Unair) Rizky Ananda Putra.
Beragam jabatan pernah diemban mahasiswa yang akrab disapa Ape ini, di antaranya Sobat BEM FEB Unair Staf PSDM (2015), Staf PSDM BEM FEB Unair (2016), Deputi Hubungan Luar BEM FEB Unair (2017), Dewan Pengawas HIMA Manajemen Unair (2017), serta kini ia menjabat sebagai Ketua BEM FEB Unair (2018).
Dengan kesibukan seperti itu, Ape mengaku tidak merasa kesulitan. Sebab, Ape memiliki ‘rumus khusus’ untuk tetap menjaga semua kegiatannya dalam satu barisan.
“Tipsnya main prioritas saja sebenarnya. Mana yang penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. Kuadran ini yang sering saya pakai untuk mengurangi kegiatan yang sia-sia,” bebernya, seperti dilansir dari laman Unair, Senin (15/1/2018).
(Baca juga: Kemajuan Teknologi, Perguruan Tinggi Harus Siap Hadapi Era Disruptif)
Hal itu senada dengan tekad awalnya saat memilih menekuni organisasi, yaitu lihai mengatur waktu. Meski begitu, ia tetap bukan orang yang sempurna. Masalahnya timbul di waktu tidur yang seringkali terpakai oleh rapat malam organisasi. Untuk itu, Ape belum bisa berbuat apa-apa.
“Hanya saja kadang waktu istirahat menjadi tidak teratur lagi karena tidak jarang saya harus mengikuti rapat hingga tengah malam,” ungkapnya.
Kendati demikian, Ape tidak menyesal dengan jalan yang dipilihnya. Organisasi bagi Ape merupakan ilmu berharga yang tidak bisa didapatkannya dengan hanya belajar di dalam kelas. Untuk itu, Ape rela mengorbankan sedikit waktu tidurnya.
“Selain itu, alasan terbesar saya bergabung organisasi agar bisa memberi kebermanfaatan lebih untuk orang-orang sekitar. Karena prinsip saya, sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya lagi.
Ape bersyukur kedua orangtuanya dapat mengerti dan mendukung penuh kesibukannya. Kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak organisasinya, Ape hanya bisa berpesan untuk tidak pernah menyerah dan merasa lelah terhadap apa yang sedang diperjuangkan. Sebab bagi Ape, “Apa yang kita tanam saat ini mampu menjadi pertanggungjawaban atas hidup yang kita jalani sekarang ini dihadapan-Nya kelak.”
(Susi Fatimah)