“Mahasiswa saat ini adalah generasi milenial, yang ciri khasnya sejak dini akrab dengan gawai, aktif di media sosial, serta mementingkan unsur kecepatan. Oleh karena itu hendaknya dosen dan tenaga kependidikan Universitas Jember memiliki empati, bersedia mendengar dan memahami kebutuhan mahasiswa jaman now, misalnya saja kuliah disampaikan dengan media interaktif agar lebih menarik,” imbuhnya.
Ia juga meminta setiap dekan mengaktifkan laman resmi dan media sosial masing-masing fakultas sebagai ujung tombak penyebaran informasi.
Ia menambahkan, Universitas Jember sendiri telah bersiap menghadapi era disruptif, selain terus menyiapkan kurikulum yang memenuhi tuntutan zaman, berbagai fasilitas juga disiapkan.
“Kami punya Kawanda, fasilitas layanan penyimpanan, back up dan berbagi file atau dokumen secara virtual, dimana setiap sivitas akademika Kampus Tegalboto kami berikan fasilitas penyimpanan hingga 5 gigabyte. Untuk menanggapi keluhan yang mungkin ada, kami siapkan UC3, University Customer Care Center yang menjamin setiap keluhan bakal diatasi paling lama 3 hari,” katanya.
(Susi Fatimah)