PEKANBARU - Pengamat Pendidikan Provinsi Riau Soemardi Taher mengaku sedih dan malu atas peristiwa bentrokan antara mahasiswa Fisipol dan Teknik Universitas Riau pada Kamis 5 Oktober malam hingga menimbulkan sembilan korban luka-luka dan kerusakan fasilitas umum.
"Kejadian ini memalukan dan mencoreng Riau, karena bentrok justru terjadi di perguruan tinggi tempat pendidikan dan rujukan untuk semua kebaikan, bukan adu jotos," ucap Soemardi Taher yang juga sesepuh pendidikan di Riau di Pekanbaru Jumat (6/10/2017).
Dia mengaku merasa malu pada dirinya sebagai generasi tua melihat penerus bangsa di Riau saat ini, sebab ia menilai harusnya perguruan tinggi seperti Unri menjadi sumber karya dan ilmu serta pemikiran jernih bagi kemajuan anak muda penerus.
"Tawuran ini memalukan, " ujarnya berkali-kali.
Ia mengakui permasalah ini bukan hanya dikalangan mahasiswa tetapi juga dosen sehingga menjadikan egosentris per fakultas.